Main Article Content

Abstract

Sejak 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaaraan dan Kesetaraan menyelenggarakan Program bertajuk Program Pendidikan Keaksaraan Dasar Komunitas Adat Terpencil. Tujuan program ini adalah menjadikan warga komunitas adat di wilayah terpencil berusia 15-59 tahun melek aksara sehingga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tulisan ini berupaya untuk melihat implementasi program tersebut khususnya pada masyarakat Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Data dalam tulisan ini bersumber dari penelusuran pustaka, observasi, serta wawancara baik dengan pengelola program di tingkat pusat (Kemendikbud) maupun pelaksana di tingkat daerah (Dinas Pendidikan dan PKBM). Dengan menganalisis data yang tersedia tampak bahwa meskipun target program untuk menjadikan 80% warga belajar melek aksara telah terpenuhi namun terdapat beberapa permasalahan dalam implementasi program yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan capaian program. Beberapa permasalahan tersebut antara lain terkait dengan keterbatasan daya jangkau program, relatif lemahnya kapasitas SDM pelaksana program, dan rendahnya peluang keberlanjutan program.

Keywords

Komunitas Adat Pendidikan Keaksaraan Dasar Suku Anak Dalam Kabupaten Sarolangun

Article Details

References

  1. Analytical And Capacity Development Partnership (ACDP). 2014. Studi Perencanaan Strategis Percepatan Pendidikan Dasar di Pedesaan dan Daerah Terpencil di Tanah Papua 2014. Jakarta: ACDP
  2. Anderson, Boby. 2013. The Failure of Education in Papua’s Highlands. Diakses melalui: http://www.insideindonesia.org/the-failure-of-education-in-papua-s-highlands
  3. Bappenas. 2013. Masyarakat Adat di Indonesia: Menuju Perlindungan Sosial yang Inklusif. Jakarta: Direktorat Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat, Kementerian PPN/ Bappenas.
  4. Butterworth, David J. 2008. Lessons From The Ancestors Ritual, Education, and the Ecology of Mind in an Indonesia Community. Disertasi Doktoral pada Universitas Melbourne.
  5. Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan. 2016. Petunjuk Teknis Program Pendidikan Keaksaraaan Dasar Komunitas Adat Terpencil/ Khusus dan Prosedur Pengajuan Bantuan Tahun 2016. Jakarta: Dokumen tidak diterbitkan.
  6. ---. 2017. Petunjuk Teknis Program Pendidikan Keaksaraaan Dasar Tahun 2017. Jakarta: Dokumen tidak diterbitkan
  7. ---. 2018. Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Keaksaraan Dasar Komunitas Adat Terpencil/ Khusus Tahun 2018. Jakarta: Dokumen tidak diterbitkan
  8. Elainberg, M. (2005). Paradoxical Outcomes of National Schooling in the Borderland of West Kalimantan, Indonesia: The Case of the Iban”, Borneo Research Bulletin. Vol 36 hal 163.
  9. Oreb, Gonzalo Rubio; Elsa Morales and Laura A. Heriot. 1951. Problems of Indigenous Education. Social Science Vol 26 No 4 pp 226-237.
  10. Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK), UGM. 2016. Grand Desain Pembangunan Pendidikan Kabupaten Intan Jaya 2017 – 2037. Yogyakarta; PPKK.
  11. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional.