Main Article Content

Abstract

Artikel ini membahas tentang budaya barter dalam pusaran globalisasi pasar di Labala wilayah selatan pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur. Di era zaman yang semakin maju dengan perputaran uang yang semakin luas dengan berdirinya Bank Pemerintah dan Swasta, bahkan pasar sudah dapat dinikmati secara online dengan berdirinya online shop. Namun masyarakat di Desa Labala masih menggunakan sistem barter, dengan masih mempertahkan warisan budaya. Yang menarik dari pasar barter ini adalah terjadinya interaksi sosial antara orang pesisir dengan orang pegunungan, desa pesisir lebih banyak datang dari daerah Wulanduro, aLeworaja, Atekere, Pantai Baru, Kehi dan Lamalera sedangkan daerah perbukitan dari daerah Puor, Uruor, Lewuka, Boto, Labala, Udak, dan Pusi Watu. Interaksi pasar yang terjadi dapat mempererat tali silaturahmi sosial, budaya, bahkan agama. Adapun tujuan penelitian ini antara lain (1) Proses transaksi barter atau tukar menukar barang produk pesisir dengan pegunungan. (2) Adapun letak perbandingan antara pasar barter dan non barter di Desa Labala yaitu pada saat proses sebelum dimulainya aktivitas jual beli dan tukar menukar barang, pada pasar barter ada petugas khusus atau mandor pasar yang ditugaskan untuk meniup peluit terlebih dahulu sebelum terjadinya proses tukar menukar barang. (3) Masyarakat Labala masih mempertahankan pasar barter sebab masyarakat Labala menganggap bahwa pasar barter merupakan warisan dari nenek moyang atau leluhur dan memiliki makna atau cerita tersendiri, disamping itu juga pasar barter di Desa Labala merupakan alat untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan penelitian lapangan yang mencakup observasi, dokumentasi dan wawancara. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan

Keywords

Budaya Barter Globalisasi Pasar Selatan Pulau Lembata

Article Details

Author Biographies

Abdul Rahman, Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar

ketua Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar

Mr Ahmadin, Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar

Kepala Pusat Penelitian Budaya dan  Seni Etnik Lembaga Penelitian Universitas Negeri Makassar (2015-2019)

References

  1. Ahmad, 2019. Cara Masyarakat Labala dalam Membandingkan Pasar Barter dan Non Barter.
  2. Aliyah, H., Indra, I., 2017. Dampak Globalisasi Perdagangan Terhadap Tingkat Kesejahteraan Negara-negara Berpenduduk Muslim. Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen 7, 99–110.
  3. Andri Kisroh Sunyigono, 2010. Pemakaian Sistem Barter Pada Warga NTT (pada masyarakat NTT daerah desa Alor dan Dili Nusa Tenggara Timur).
  4. Assauri, S., 2004. Manajemen pemasaran. Jakarta: Rajawali Press.
  5. Bastian, A., Yusuf, Y., 2017. Fungsi Sosial Pasar Rakyat Bagi Masyarakat Desa Tasik Serai Barat Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau 4, 1–12.
  6. Berry, B.J.L., 1976. Urbanization and counter-urbanization. SAGE Publications, Incorporated.
  7. Berry, B.J.L., 1967a. Geography of market centers and retail distribution. Prentice Hall.
  8. Berry, B.J.L., 1967b. Geography of market centers and retail distribution. Prentice Hall.
  9. Dalton, G., 1982. Barter. Journal of Economic Issues 16, 181–190.
  10. Davies, G., 2010. History of money. University of Wales Press.
  11. Elannor, c.m.v.a., 2019. Etnomatematika dalam pasar barter di Kecamatan Wulandoni, Lembata, Flores, Nusa Tenggara Timur. Prosiding Sendika 5.
  12. Geertz, c., 1989. Penjaja dan raja, terjemahan s. Supomo. Jakarta: yayasan obor indonesia.
  13. Ibrahim, 2019. Cara masyarakat labala dalam membandingkan pasar barter dan non barter.
  14. Latifah, s., 2017. Eksistensi tradisi barter pada masyarakat pedalaman di desa bantal kecamatan asembagus kebupaten situbondo (phd thesis). Uin sunan ampel surabaya.
  15. Linton, r., n.d. Latar belakang kebudayaan dari kepribadian. Terj. Fuad hasan, usaha penerbit jaya sakti, jakarta.
  16. Malano, h., 2013. Selamatkan pasar tradisional. Gramedia pustaka utama.
  17. Muhammad samin, 2019. Masyarakat labala memaknai barter.
  18. Prianto, a., 2008. Ekonomi mikro. Malang: setara press.
  19. Riyanti, u., 2016. Jual beli barter dalam perspektif ekonomi syariah (studi pada masyarakat desa sebangau permai kecamatan sebangau kuala kabupaten pulang pisau) (PhD thesis). Iain palangka raya.
  20. Strauss, a., corbin, j., 1997. Dasar-dasar penelitian kualitatif, prosedur, teknik dan teori grounded. Surabaya: pt. Bina ilmu.
  21. Sukirno, s., 2006. Makro ekonomi teori pengantar, pt. Raja grafindo, jakarta.