Main Article Content

Abstract

Perubahan medan seni rupa Indonesia pasca-bum seni rupa, sekitar tahun 2010, tampaknya turut memengaruhi pola perilaku para muda Bandung dalam memulai kariernya di medan seni rupa hari ini. Dorongan untuk mengusahakan karier secara swadaya tersebut juga diiringi oleh semangat kebersamaan di antara para muda tersebut. Permasalahannya adalah bagaimana pengaruh situasi medan seni rupa pasca-bum memengaruhi pola perilaku dan interaksi para anak muda Bandung yang bermunculan dari kampus-kampus seni rupa justru setelah momen bum reda? Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan mengidentifikasi bagaimana komunalisme dan jejaring memengaruhi pola kerja dan pola interaksi para muda Bandung dalam merencanakan karier di medan seni rupa. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan memanfaatkan metodologi teori medan artistik Pierre Bourdieu. Teori tersebut secara sosiologis akan mengidentifikasi modal-modal yang memengaruhi pada struktur medan seni. Hasil penelitian ini mendapati bahwa komunalisme dan jejaring terwujud dalam beberapa modus pada pola perilaku para muda Bandung, antara lain: pembentukan kelompok seni, penggunaan studio bersama, pemanfaatan ruang seni, serta sikap terbuka terhadap berbagai profesi dalam medan seni rupa. Berbagai modus tersebut dilakukan terutama untuk mendapatkan modal sosial yang dapat bermanfaat untuk memasuki medan seni rupa Indonesia yang telah mapan.


The changes after the recent art boom in the Indonesian art world around 2010 seem to have influenced the behavior patterns of Bandung youths in starting their careers in the art field today. The drive to pursue a career independently is accompanied also by the spirit of togetherness among these young people. The problem is how the situation of the recent art boom affect the behavior and interaction patterns of the young people of Bandung who emerged from art campuses just after the boom moment subsided? This study aims to observe and identify how communalism and networking affect the work and interaction patterns of Bandung youth in designing careers in the art world. This qualitative research uses Pierre Bourdieu's artistic field theory as a methodological approach. Sociologically, this theory will identify capitals that influence the structure of the art world. This study found that several modes in the behavior patterns of Bandung youth, including the formation of artist groups, the use of shared studios, the functioning of art spaces, and an open attitude towards various professions in the art world, are the manifestation of communalism and networking. These various modes are carried primarily to obtain social capital, which can help young new artists to enter the established Indonesian art scene.

Keywords

Bandung, komunalisme, jejaring, karier, medan seni rupa, para muda para muda Bandung komunalisme jejaring karier medan seni rupa Indonesia Bandung youth communalism networking career the Indonesian art world

Article Details

References

    • Budiman, H. & Subianto, L.H. (2003). Komunalisme & Demokrasi: Negosiasi Rakyat dan Negara. Jakarta, Indonesia: The Japan Foundation Asia Center.
    • Gumilar, G. (2013). Kajian Pendekatan Kuratorial Terhadap Pameran dengan Label Bandung Periode 2000 – 2012, Skripsi Program Sarjana, Program Studi Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung.
    • Hujatnika, A. (2015). Kurasi dan Kuasa: kekuratoran dalam medan seni rupa kontemporer di Indonesia. Jakarta, Indonesia: Marjin Kiri dan Dewan Kesenian Jakarta.
    • Mannen, H.V. (2009). How To Study Art Worlds. Amsterdam, Netherlands: Amsterdam University Press.
    • Pradipta, D.T. (2014). Kajian Boom Seni Rupa dalam Medan Seni Rupa Kontemporer Indonesia, Tesis Program Magister, Program Studi Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung.
    • Putri, K.R.S. (2013). Seniman dalam Paradigma Baru Sebagai Karir Profesional dengan Objek Kajian Seniman Muda Bandung (Akademisi) di Bawah Usia 35 Tahun. Jurnal Visual Art and Desain, volume 4, Januari-April 2013.
    • Putri, K.R.S. (2018). Proses Kreasi Perupa Muda Dalam Seni Rupa Kontemporer Bandung, Disertasi Program Doktoral, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung.
    • Sarah, I. (2015). Analisis Gagasan Seniman Generasi Milenial Dalam Inklusivitas Seni Rupa Indonesia, Skripsi Program Sarjana, Program Studi Seni Rupa, Institut Teknologi Bandung.
    • Tanner, J. (2004). The Sociology of Art: A Reader. London, England: Routledge.
    • Thornton, S. (2008). Seven Days In The Art World. New York, USA: W. W. Norton and Company.