Main Article Content

Abstract

The problem in today’s society is that a large number of people do not consider history as an important lesson to note, when in fact, history is very important because by studying history people would be able to know and learn from many events that happened in the past. This research aims to find out (1) the existence of Glagah Wangi Museum for community, (2) the history of Demak Kingdom, and (3) artefacts of Demak Kingdom that are stored in Glagah Wangi Museum. This is qualitative research with data collected through observations, interviews, listening, note-taking, documentation, and literature studies. The results of this study show that the existence of Glagah Wangi Museum has an important role for the community because it can introduce history and culture during the Kingdom of Demak.  The leaderships of Demak Kingdom were Sultan Fatah, Pati Unus, and Sultan Trenggono. Relics of Demak Kingdom that are stored in Glagah Wangi Museum amount to around 200 artifacts, including water filters, Arya Penangsang plates, puppets, reranting, guly-guly, jars, door leaf hinges, mini ashtrays, bowls, saka umpak, seating stones, yoni, swords, kris, and so on. There are many benefits obtained from the existence of Glagah Wangi Museum, which can be used as a place of recreation, information source, and educational tourism for public to broaden their knowledge.

Keywords

artefak kerajaan demak museum glagah wangi sejarah masyarakat artifacts demak kingdom glagah wangi meseum history society

Article Details

References

  1. Agustyaningrum, Hana., Purwadi, dan E. Suryanto. (2016). Analisis Struktural dan Nilai Pendidikan Karakter Novel Pukat Karya Tere Liye serta Relevansinya terhadap Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 4 (1).
  2. Anita, D. E. (2014). Walisongo: Mengislamkan Tanah Jawa Suatu Kajian Pustaka. Jurnal Wahana Akademika, 1 (2), 243–266.
  3. Cahyono, M. D. (2020). Tolak Bala, Ikhtiar Religio-Magis Menghadapi Bala-Bancana. Nusadaily.Com. Retrieved from https://nusadaily.com/opinion/tolak-bala-ikhtiar-religio-magis-menghadapi-bala-bancana-1.html/2
  4. Hasan, S. H. (2019). Pendidikan Sejarah untuk Kehidupan Abad ke 21. Jurnal Pendidik dan Peneliti, II (2), 61–83.
  5. Heryati. (2017). Pengantar Ilmu Sejarah. Universitas Muhammadiyah Palembang. Palembang: Universitas Muhammadiyah Palembang.
  6. Kasri, M. K., dan P. Semedi. (2008). Sejarah Demak Matahari Terbit di Glagahwangi. Demak: Pemerintah Kabupaten Demak Kantor Pariwisata dan Kebudayaan.
  7. Maharjono. (2019). Manfaat Pembelajaran Sejarah Menggunakan Google Classroom pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Karya Ilmiah Guru, 5 (1), 56–64.
  8. Maryam. (2016). Transformasi Islam Kultural ke Struktural (Studi Atas Kerajaan Demak). Jurnal Tsaqofah & Tarikh V, 1(1), 63–77.
  9. Meleong, J. L. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  10. Ngatino, A. (2018). Peranan Raden Fatah dalam Mengembangkan Kerajaan Demak pada Tahun 1478-1518. Jurnal Kalpataru, 4(1), 17–28.
  11. Nurhajarini, D. R. (1999). Sejarah Kerajaan Tradisional Surakarta. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.
  12. Pratama, A. (2020). Prabu Janaka: Sifat, Kisah Cerita dan Sejarah. Jagad.Id. Retrieved from https://jagad.id/wayang-prabu-janaka/
  13. Purwadi. (2005). Babad Demak: Sejarah Perkembangan Islam di Tanah Jawa. Yogyakarta: Tunas Harapan.
  14. Putri, Z., dan Hudaidah. (2021). Sejarah Kesultanan Demak: Dari Raden Fatah Sampai Arya Penangsang. Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 9(1), 185–197.
  15. Rokhim, M. A., Banowati, E., dan Setyowati, D. L. (2017). Pemanfaatan Situs Masjid Agung Demak sebagai Sumber Belajar Sejarah bagi Siswa SMA di Kabupaten Demak. Journal of Educational Social Studies, 6(3), 111–119.
  16. Sholeh, K. (2017). Prasasti Talang Tuo Peninggalan Kerajaan Sriwijaya sebagai Materi Ajar Sejarah Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Jurnal Historia, 5(2), 173–192.
  17. Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kualitatif, Pendekatan Kuantitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
  18. Sujarwo, A. (2017). Perancangan Motion Comic Tentang Kerajaan Demak sebagai Titik Awal Pengembangan Kerajaan Mataram Islam. Yogyakarta: Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
  19. Tudjung dan A. Hidayat. (2017). Politik Dinasti Dalam Perspektif Ekonomi dari Kerajaan Demak. Jurnal Pendidikan Sejarah, 1(3).
  20. UPTD Museum. (2021). Ayo ke Museum Glagah Wangi Kabupaten Demak!. Leaflet. Demak: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak.
  21. Wakim, M. (2020). Tiada Masa Depan Tanpa Hari Kemarin: Pentingnya Belajar Sejarah untuk Memahami Masa Kini. Kebudayaan.Kemdikbud.Go.Id. Retrieved from https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbmaluku/tiada-masa-depan-tanpa-hari-kemarin-pentingnya-belajar-sejarah-untuk-memahami-masa-kini/
  22. Yogyanto, R. N. (2017). Peran Raden Fatah dalam Mengembangkan Agama Islam di Demak Tahun 1478-1518. Yogyakarta: Universitas PGRI Yogyakarta.