Main Article Content

Abstract

Memberi nama desa merupakan upaya manusia memelihara dan menyelaraskan diri dengan lingkungannya. Pemberian nama desa merupakan salah satu bagian dari penamaan rupa bumi yang berasal dari unsur daratan. Permasalahan penamaan desa menggunakan rupa bumi daratan di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan adalah: 1) Mengapa masyarakat Kabupaten Lahat dalam menamai suatu desa dihubungkan dengan pengalaman empiris yang dialami masyarakatnya? 2) Pola pikir apa saja yang melatarbelakangi masyarakat Kabupaten Lahat dalam proses pemberian nama desa di lingkungannya? Penelitian ini bertujuan menjabarkan faktor geografis dalam pemberian nama desa di Kabupaten Lahat berdasarkan suatu kajian toponimi daratan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan teknik wawancara dan dengan menyebar kuesioner pada informan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberian nama desa di Kabupaten Lahat mengacu pada sumber daya alam di daratan serta sumber daya maritim. Sumber daya untuk penamaan desa tersebut antara lain menggunakan kata: bandar, gunung; karang; keban; kota; lahat; lawang; muara; padang; pagar; pajar pasar; pulau; talang; tanjung; dan lubuk. Di samping itu, kata-kata yang bermakna harapan juga digunakan.


Naming a village is one of human’s way to persevere and harmonize with their environment. Giving a name to a village is a part of toponyms, specifically mainland toponyms. The problems discussed in relation to toponyms practices in Lahat Regency, South Sumatera Province are: 1) Why do people of Lahat Regency usually drawing a relation to empirical experiences of the inhabitant in naming a village? 2) What are the thought processes undertaken in naming their villages? This study aims to describe geographical factors in naming villages in Lahat Regency based on a mainland toponym. This is a descriptive qualitative research. The data were collected through interview and questionnaires. The results show that the naming of villages in Lahat Regency refers to mainland and maritime nature resources. Words pertaining to resources that are used for naming villages are as follow: bandar, gunung; karang; keban, kota, lahat, lawang, muara, padang, pagar, pajar, pasar, pulau, talang, tanjung, and lubuk. In addition, it also uses words that mean hope.

Keywords

pemberian nama , desa , Kabupaten Lahat, toponimi daratan place-names, villages , Lahat regency , toponyms

Article Details

Author Biography

Rahmat Muhidin, Balai Bahasa Sumatera Selatan

Staf Peneliti Balai Bahasa Sumatera Selatan

References

  1. Alwi, Hasan, dkk. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  2. Badan Pusat Statistik. (2018). Kabupaten Lahat dalam Angka 2018. https://lahatkab.bps.go.id/ statictable/2016/03/25/48/luas-daerah-menurut-kecamatan-di-kabupaten-lahat-tahun-2018.html
  3. Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP). 2003. Buku Panduan Survei Toponimi Pulau-pulau di Indonesia. Jakarta.
  4. BAPPEDA Kabupaten Lahat. 2015 (?). Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lahat Tahun 2015-2020. Lahat: Pemerintah Kabupaten Lahat.
  5. Crowther, Jonathan (ed.), 1995, Oxford Advanced Learner’s Dictionary, New York: Oxford University Press.
  6. Duranti, Alessandro. (1997). Linguistic Antropology. Los Angeles: University of California.
  7. Kridalaksana, Harimurti. (1993). Kamus Linguistik Edisi ketiga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
  8. Moleong, Lexy J. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya
  9. Rahmania Putri, Atika. dkk. (2020). “Nilai-Nilai Sejarah Toponim Wilayah Kabupaten Lahat sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah”: Jurnal Fajar Historia Volume 4 Nomor 1, Juni 2020. Palembang: Universitas PGRI Palembang. hlm. 48-59.
  10. Rais, Yacub. (2005). “Arti Penting Penamaan Unsur Geografi Definis, Kriteria dan Peranan PBB dalam Toponimi Jakarta”: Makalah Seminar Bakorsurtanal.
  11. Samarin, William J. (1988). Ilmu Bahasa Lapangan. Yogyakarta: Kanisius.
  12. Saville-Troike, Muriel. 1990. The Etnography of Communication: An Introduction. Massachussetts: Basil Blackwell, Ltd.
  13. Spradley, James P. 1997 Metode Etnografi (Terjemahan Misbah Zulfa Elizabeth). Yogya: Tiara Wacana
  14. Sudaryanto (1993). Metode dan Aneka TeknikAnalisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
  15. Taqyuddin. 2016.. “Punahnya Toponimi Indikasi Erosi Bahasa dan Punahnya Bangsa”. Geospasial. Jakarta: Forkom Geografi Universitas Indonesia. hlm. 29--34:
  16. https://sippa.ciptakarya.pu.go.id>dokumen. Peta Kabupaten Lahat diunduh 15 Juli 2021.