Main Article Content

Abstract

Abstrak

Tujuan kajian ini adalah memetakan kompetensi pedagogik dan profesional guru Bahasa Inggris SMP yang dapat menjadi masukan bagi pembuat kebijakan dalam merancang pendidikan dan pelatihan bagi guru yang mengajar mata pelajaran ini. Untuk mencapainya kajian ini memetakan kompetensi guru berdasarkan capaian guru untuk setiap indikator kompetensi pedagogik dan profesional yang telah diteskan dalam Uji Kompetensi Guru (UKG). Pendekatan kajian adalah kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder tentang nilai UKG yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif menggunakan tabel frekuensi. Kajian menyimpulkan bahwa hasil UKG guru Bahasa Inggris SMP rendah karena rata-rata nasionalnya hanya 56,02 dalam skala 100, sehingga menjadi faktor yang dapat menghambat implementasi K-13. Sedangkan analisis UKG per indikator penentu kompetensi menunjukkan bahwa hanya 17 persen indikator kompetensi pedagogik dan 32 persen indikator kompetensi profesional yang dikuasai oleh guru, dengan kriteria penguasaan indikator adalah 75 persen peserta ujian menjawab benar untuk indikator kompetensi tersebut.

 

Abstract

The purpose of this study is to map the pedagogical and professional competence of English teachers at unior secondary school that can be used as an input for policy makers in designing education and training for English teachers. To achieve this purpose the study will map the competence of teachers based on performance test of teachers for each indicator of pedagogical and professional competence. The approach of the study is quantitative. Data used in this study is the secondary data about the result of the test of teacher’s competences done by The Directorate General of Teachers and Education Personnel Ministry of Education and Culture. The data will be analized descriptively using table frequencies. The study concludes that the results of teachers’ competence test for the English teachers is low because the mean value of the test is just 56,02 on a scale of 100. This result can become a factor that could impede the implementation of K-13. While the analysis of the test for each determining indicator of competence shows that only 17 percent of pedagogical indicators and 32 percent of professional indicators is mastered by the teachers, with the mastery criterion indicator is 75 percent of examinees answered the questions for that indicator correctly.

Keywords

teacher’s competence test of teachers’ competence curriculum implementation kompetensi guru uji kompetensi guru implementasi kurikulum.

Article Details

References

  1. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP), 2012. Pedoman Uji Kompetensi Guru (UKG) 2012.
  2. Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.
  3. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). 2012. Data Nilai UKG 2012.
  4. Ciptasari R.N. 2009. Kompetensi Profesional Guru Pendidikan Agama Islam Kelas XII di SMA Kolombo Sleman Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  5. Ermawati. Y. 2015. Hubungan Antara Kompetensi Guru Dengan Prestasi Belajar PAI Pada Siswa SMP Negeri 1 Tempuran Kabupaten Magelang. Skripsi. Salatiga: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga.
  6. Jalmo, T. dan Rustaman, N. Y. 2010. Pengembangan Program Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru IPA SMP. Forum Kependidikan, Jurusan PMIPA FKIP Universitas Lampung dan Prodi IPA SPs Universitas Pendidikan Indonesia Volume 30, Nomor 1, Juni 2010, hlm. 79 - 88.
  7. Komara, E. 2016. Perlindungan Profesi Guru Di Indonesia. Mimbar Pendidikan: Jurnal Indonesia Untuk Kajian Pendidikan UPI Bandung Volume 1 Nomor 2, September 2016, hlm.151-160.
  8. Murniyati. 2013. Peran guru sebagai pengembang kurikulum dalam peningkatan mutu pendidikan di SDN Pondok Ranggon 04 Pagi Cipayung Jakarta Timur. Skripsi. Jakarta: Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Terbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
  9. Novauli F.M. 2015. Kompetensi Guru Dalam Peningkatan Prestasi Belajar Pada SMP Negeri Dalam Kota Banda Aceh. Jurnal Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Volume 3, Nomor 1, Februari 2015, hlm. 45- 67.
  10. Ngasbun, E. 2012. Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Peningkatan Kompetensi Secara Komprehensif. Proceeding: Seminar Nasional “Profesionalisme Guru Dalam Perspektif Global†Tahun 2012, hlm. 23 - 30.
  11. Patimah. 2016. Pendidik Dalam Pengembangan Kurikulum. Jurnal Al Ibtida IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Volume 3 Nomor 1, Juni 2016, hlm. 147-161.
  12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 Tanggal 4 Mei 2007 Standar
  13. Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru.
  14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 81A/2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013.
  15. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
  16. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Qomariyah. 2014. Kesiapan Guru Dalam Menghadapi Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal
  17. Pendidikan Ekonomi IKIP Veteran Semarang Volume 2 Nomor 1, November 2014, hlm. 21-35.
  18. Resmaningrum, Y. H. 2015. Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMPN 4 Kalasan. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
  19. Rizal. 2012. Hasil Ujian Kompetensi Guru Rendah dalam http://poskotanews.com/2012/03/16/ hasil-ujian-kompetensi-guru-rendah, diunduh pada diunduh pada 25 Februari 2016.
  20. Sarwanto. 2012. Refleksi Uji Kompetensi Guru IPA Tahun 2012. Prosiding: Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Volume 1, Nomor 4, tahun 2012, hlm. 395-401.
  21. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Suharso, Y. 2013. Peran dan Tanggungjawab Guru Sebagai Tenaga Profesional. Majalah
  22. Ilmiah Pawiyatan IKIP Veteran Semarang Volume XX, Nomor 4, Oktober 2013, hlm.
  23. -123.
  24. Surat Keputusan (SK) Pemberhentian Pelaksanaan Kurikulum 2013 Nomor: 179342/MPK/ KR/2014 tertanggal 5 Desember 2014.
  25. Syahbani, N. 2013. Profesionalisme Guru Dan Hasil Sertifikasi Guru Dalam Jabatan. Jurnal Al-‘Ulum Volume 2, Tahun 2013, hlm. 84-94.
  26. Undang-undang Republik Indonesia No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  27. Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  28. Wibowo F. 2015. Kesiapan Sekolah Dalam Melaksanakan Kurikulum 2013 Di SMA Negeri 4 Kota Tegal. Skripsi. Semarang: Jurusan Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
  29. Yama, S. F. 2015. Pengaruh Pelatihan Guru, Kompetensi Guru Dan Pemanfaatan Sarana Prasarana Terhadap Kesiapan Guru Prodi Bisnis Manajemen Dalam Implementasi Kurikulum 2013 SMK N 1 Purbalingga Tahun Ajaran 2014/2015. Skripsi. Semarang: Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang.