Main Article Content

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untukmenguji dan menemukan perbedaan pengembangan kompetensi warganegara lyang meliputi kompetensi pengetahuan, watak dan keterampilan kewarganegaraan di era global melalui pembelajaran PKn berbasis project citizen.Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan desain “nonequivalent control group pre-test dan post-test design.â€. Dalam desain ini terdapat kelompok eksperimen (kelas IX B) dan kelompok kontrol (kelas IX A) yang tidak dipilih secara random, dengan populasi siswa SMP Negeri 5 Tasikmalaya. Pengumpulan data dilakukan melaluidengan pretes, postes,angket, dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kompetensi warganegara di era global dalam pembelajaran PKn yang berbasis project citizen dengan pembelajaran PKn yang tidak berbasis project citizendengan nilai mean kelas eksperimen lebih besar daripada nilai mean kelas kontrol (40,37>20,63). Secara parsial terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam pengembangan kompetensi pengetahuan kewarganegaraan (37,30>23,70), watak kewarganegaraan (36,70>24,30), dan keterampilan kewarganegaraan (38,42>22,58). Simpulan penelitianini adalah pengembangan kompetensi warganegara yang mencakup kompetensi pengetahuan warganegara, kompetensi watak warganegara dan kompetensi keterampilan warganegara di era global berbeda antara pembelajaran PKn berbasis project citizen dengan pembelajaran PKn yang tidak berbasis project citizen.

 

Abstract

The aim of the research is to analyze and to find the differencebetween civic competence developments which include the competence of knowledge, character, and citizenshipskills in global era through civic learning based on citizen project.The method used in the research is a method of Quasi Experiments with design of “nonquivalent control group pre-test and post-testâ€. In this design there is the experimental group (class IX B) and the control group (class IX A) which are not chosen randomly, with a population of students of SMP Negeri 5 Tasikmalaya.The data was collected by pre-test, post-test, filling out the questionares, and doing interviews.The result of the research shows that;first; there is the difference between civic competence development of civic learning based on citizen project in global era and civic learning that is not based on citizen project by the mean experiment class has greater value than control class (40,37 > 20,63). Second; partially, there is the difference between experiment class and control class in civic knowledge competence development (37,30 > 23,70), civic character (36,70 > 24,30), and citizenshipskills (38,42 > 22,58).The conclusion of the research iscivic competence development in global era that include civic knowledge competence,civic disposition competence and civic skills competences is the difference between civic learning based on citizen project and civic learning which is not based on citizen project.

 

 

Keywords

civic learning projectcitizen civic competences globalera pembelajaran PKn project citizen kompetensi kewarganegaraan era global

Article Details

References

  1. Budimansyah, D. dan Suryadi, K. 2008. PKn dan Masyarakat Multikultural. Bandung: Program Studi PKn SPs UPI.
  2. Budimansyah, D. 2009, Inovasi Pembelajaran Project Citizen. Bandung: Program Studi PKn SPS UPI Bandung.
  3. Branson, M. 1999. Belajar Civic Education dari Amerika. Yogyakarta: Lembaga Kajian Islam dan Sosial.
  4. Center for Civic Education (CCE). 1994.We the People: Project Citizen, Teacher’s Guide, Calabasas: CCE.
  5. Creswell, J.W. 1994. Research Design Qualitative and Quantitative Approaches. Thousand Oaks,London, New Delhi:Sage Publications.
  6. Djahiri, K. 1985. Value Clarification Technique, Bandung: Laboratorium PMPKN IKIP Bandung.
  7. Kerr, D. 1999.Citizenship Education: an International Comparisson, London: National Foundation for Educational Research – NFER.
  8. Komalasari, K. 2008.Pengaruh Pembelajaran kontekstual dalam Pendidikan Kewarganegaraan terhadap kompetensi kewarganegaraan siswa SMP. Disertasi. UPI. Tidak diterbitkan.
  9. Narnoatmodjo.W. 2009. Global Citizenship Education. Makalah. Tersedia:http://winarno.staff.fkip.uns.ac.id/files/2009/07/gce.pdf (diakses pada 12 Juni2012).
  10. Patrick, J.J. 2002. Improving Civic Education in School. New York: ERIC Digest.
  11. Sapriya, dan Winataputra, U.S.2004. Pendidikan Kewarganegaraan: Model Pengembangan Materi dan Pembelajaran. Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan Jurusan PKn – FPIPS UPI.
  12. Somantri, M.N.2001. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  13. Sumaatmadja, Nursid. 1998. Manusia dalam Konteks Sosial, Budaya, dan Lingkungan Hidup. Bandung: Alfabeta.
  14. Wahab, A.A. 1999.Budi Pekerti Education: A Model of Teaching Code of Conduct for Good Indonesia Citizenship. Makalah pada Conference on Civic Education for Civil Society. Bandung, 16-17 Maret 1999.
  15. Wahab, A.A. dan Sapriya. 2008.Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan, Bandung: UPI Press Sekolah Pasca Sarjana UPI.
  16. Winataputra, U.S. dan Budimansyah, D. 2007. Civic Education: Konteks, Landasan, Bahan Ajar dan Kultur Kelas. Bandung: Program Studi PKn Sekolah Pascasarjana UPI.