Main Article Content

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan guru membuat PowerPoint melalui In House Training di SD Negeri Pabuaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan alur rencana, tindakan, pengamatan dan evaluasi, refleksi. Penelitian ini menggunakan 4 informan yang terdiri dari kepala sekolah dan guru. In House Training ini menggunakan model ADDIE terdiri dari tahap analisis, merancang, mengembangkan, implementasi dan evaluasi program pelatihan. Hasil penelitian menunjukan. Pertama, rata-rata pre-test yang diperoleh keterampilan guru dalam membuat PowerPoint sebelum melaksanakan In House Training adalah 56,5% kategorinya kurang. Kedua, setelah diadakan tindakan peningkatan yang diperoleh adalah keterampilan guru membuat PowerPoint melalui In House Training pada siklus I masih ada 7 guru yang belum mencapai target dan masuk kriteria kurang baik, sehingga perlu diberikan tindakan kembali pada siklus II, setelah siklus II dilaksanakan indikator keterampilan guru membuat PowerPoint mencapai target. Ketiga, rata-rata post test yang diperoleh 85,8 % kategorinya baik. Artinya kemampuan secara materi dapat diukur dan ada peningkatan sebesar 20%.

Abstract

This research aimed to determine teachers’ skill in making PowerPoint through In-House Training at Elementary School Pabuaran. This research used a qualitative approach with action research type. The research design was school action research with plot plan, action, observation and evaluation, reflection. This research used 4 informants consisting of school principal and teachers. The In House Training used ADDIE model that consisting the step of analysis, design, develop, implementation and training programs evaluation. The first result showed, the average of pre test which acquired teachers’ skill in making PowerPoint before carrying In House Training is 56.5% less category. The second result, after held the improvement which acquired that teachers’ skill in making PowerPoint through In House Training of first cycle (cycle I) there were still 7 teachers who had not reach the target and included to not good enough criteria, so it should be given back in action on the second cycle (cycle II). After second cycle held, the indicator of teachers’skill in making PowerPoint reached the target. The third result showed that the average of post test which obtained is 85.8% good category. It means that the skill materially is measurable and there is improvement of 20%.

Article Details

References

  1. Astuti, Suhandi dan Sri Giarti. 2016. Implementasi TQM melalui Pelatihan Model in House Training untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru SD. Vol. 6 No. 2 Mei 2016, http://ejournal.uksw.edu scholaria. Diakses pada tanggal 30 Agustus 2016.
  2. Darmawan, Deni dan Didi Supriadie,. 2013. Komunikasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  3. Dharmawan, K, dkk. 2016. Model Pembinaan In House Training Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Penelitian Dan Penulisan Karya Ilmiah. Jurnal udayana mengabdi. Volume 15 no 2 mei 2016, http://ojs.unud.ac.id. Diakses pada tanggal 30
  4. Agustus 2016.
  5. Fathurrohman, Pupuh dan Suryana, Ana. (2012). Guru Profesional. Bandung : PT. Refika
  6. Aditama.
  7. Heyer, John. 1980. In-House Training for On-Line Searching at a Special Library. Jurnal Online Review, https://eric.ed.gov. Diakses pada tanggal 12 september 2016.
  8. Kasmad. 2015. Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Tematik Terpadu Melalui Kegiatan In House Training Bagi Guru Kelas 1 SD. Jurnal Konseling Gusjigang. Vol. 1, No. 2 Tahun 2015, http:// jurnal.umk.ac.id. Diakses pada tanggal 11 September 2016.
  9. Mulyasa, E. 2015. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  10. Pidarta, Made. 2007. Wawasan Pendidikan. Surabaya: Unesa University Press.
  11. Pilz, Matthias. 2009. Initial Vocational Training from a Company Perspective: A Comparison of British and German In-House Training Cultures. Jurnal Vocations and Learning, v2 n1 p57-74 Mar 2009, https://eric.ed.gov. Diakses pada tanggal 30 september 2016.
  12. Priyanti, Eni. (2013) Manajemen In House Training Untuk Meningkatkan Keterampilan Guru Menyusun Kisi-Kisi Tes di SD Widya Wiyata Sidoarjo. (Tesis).
  13. Riyanto, Yatim. 2007. Metodologi Penelitian Pendidikan Kualitatif dan Kuantitatif. Surabaya: Unesa University Press.
  14. Sujoko, Alfaris. 2012. Peningkatan Kemampuan Guru Mata Pelajaran Melalui In House Training. Jurnal Pendidikan Penabur, http//:www.jurnalpendidikan penabur. Diakses pada tanggal 25 oktober 2016.
  15. UU.RI.NO.20. Tahun. 2003. Tentang Pendidikan Nasional, http//:www. Inherent-dikti.net/ sisdiknas.pdf. Diakses pada tanggal 11 September 2016.