Main Article Content

Abstract

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penyelenggaraan USBN jenjang pendidikan menengah yang meliputi persiapan, pelaksanaan, paska pelaksanaan, dan penyiapan peningkatan kompetensi guru dalam penyusunan soal USBN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui diskusi kelompok terpumpun. Penelitian ini dilakukan di tiga daerah, yakni Provinsi Banten, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Maluku Utara. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pada tahap persiapan USBN berjalan lancar namun terdapat kendala pada saat pendistribusian, penggandaan, dan pembiayaan percetakan naskah soal. Pelaksanaan USBN berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, naskah soal disusun dan dirakit oleh dinas pendidikan. Pada paska pelaksanaan satuan pendidikan melakukan pengoreksian menggunakan scanner atau manual. Tidak semua satuan pendidikan memberikan hasil pengoreksian USBN kepada dinas pendidikan, sehingga pihak dinas pendidikan merasa kesulitan untuk memetakan mutu pendidikan berdasarkan hasil USBN tersebut. Selain itu, penyusunan soal USBN jenjang pendidikan menengah yang dilakukan oleh guru-guru yang terhimpun dalam MGMP belum memiliki kualitas yang memadai. Simpulan penelitiannya adalah bahwa penyelenggaraan USBN tahun 2017 secara umum berjalan lancar, walaupun masih terdapat beberapa kendala.

 

Abstract

The management of school exam based on national standar (SENS) at upper secondary education level which includes preparation, implementation, post-implementation, and preparing teacher competency improvement in the compilation of SENS questions. This study uses a qualitative approach, with the technique of collecting data used is a focus group discussion. This research is done in three provinces is.c.q. Banten, West Nusa Tenggara, and North Maluku. This research results is the preparation phase of SENS was running smoothly but there are is constrained on the time of distribution, printing, and printing cost. Implementation of SENS was running smoothly and on schedule,questions compiled and assembled by education office. At post implementation, schools correction of SENS using scaners or manually. Not all schools give SENS correction results to the education office, so it feels the difficulty to map the quality of education based on SENS results. Besides that, the compilation of SENS questions at the secondary education level carried out by teachers namely discussion of subject teacher have not yet adequate quality. The conclusion is that implementation of 2017 SENS was running smoothly, eventhough there are some constraints.

Article Details

References

  1. Adlim, M., Soewarno,S., Hasbi, A., Armia, I., Hasmunir, U., Usman, A, G., Ishak, H., Burhanudin, Y. 2014. “Assessing Chemistry-Learning Competencies of Students in Isolated Rural Senior High Schools by Using the National Examination: A Case Study of Simeulue Island, Indonesiaâ€, dalam International Journal of Science and Mathematics Education 12: 817–839
  2. Afriadi Z., Deddy. 2014. “Implementasi Manajemen Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas di Kota Mataramâ€, dalam Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan 7 (1): 41–56.
  3. Ditjen Dikdasmen. 2017a. Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017.
  4. Ditjen Dikdasmen. 2017b. Hasil Pemantauan Penyelenggaraan USBN oleh Direktorat Pembinaan SMK. Jakarta: Ditjen PSMK.
  5. Ditjen Dikdasmen. 2017c. Hasil Pemantauan Penyelenggaraan USBN oleh Direktorat Pembinaan SMA. Jakarta: Ditjen PSMA
  6. Feldt, L. S. and Brennan, R. L. 1989. “Reliabilityâ€, Educational Measurement, edited by Robert L Linn. New York: Macmillan Publishing Company.