Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat adiksi pornografi siswa di jenjang SMP dan SMA. Saat ini sudah banyak anak dan remaja yang kecanduan mengakses konten pornografi. Mengakses konten pornografi sangat berbahaya bagi seorang remaja, karena mereka belum mampu berpikir secara kritis sehingga dapat terlena dan larut dalam situs porno tersebut. Kecenderungan remaja untuk menonton film porno secara berulang-ulang, berdampak pada sulitnya berkonsetrasi dalam belajar. Akibat dari sulitnya berkonsentrasi tersebut mengakibatkan hasil belajar yang juga rendah. Instrumen yang digunakan adalah angket berupa pernyataan diri (self report) tentang kebiasaan remaja dalam berperilaku yang berkaitan dengan adiksi pornografi. Survey dilakukan di empat kabupaten/kota yaitu Jakarta, Semarang, Bantul dan Banda Aceh dengan sampel berjumlah 16sekolah dengan komposisi,
8 SMP dan 8 SMA. Dari seluruh responden siswa yang terjaring mengikuti skrining tingkat adiksi pornografi, ternyata hampir semuanya pernah terpapar materi pornografi. Pada awalnya
sisa tidak menyadari atau tidak sengaja melihat konten pornografi ketika mereka membuka  internet atau media sosial. Sebagian besar siswa mengaku mengetahui konten pornografi ketika berada di dalam rumah. Perangkat digital seperti telepon genggam yang disediakan orang tua dan baru dapat digunakan oleh anak ketika telah kembali ke rumah selepas sekolah, menjadi salah satu alasan mengapa hal tersebut dapat terjadi.

Kata kunci: skrining, adiksi, pornografi,

Article Details