Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kekurangan beban kerja mengajar guru dan  strategi sekolah dalam memenuhi kekurangannya. Penelitian ini merupakan studi kasus. Data  primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh guru, diperkaya dengan wawancara  dan diskusi. Jumlah kuesioner yang diolah sebanyak 34 responden. Data dianalisis dengan  teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan masih banyak guru terkendala  dalam pemenuhan beban kerja minimal sehingga mereka kehilangan peluang mendapat tunjangan  profesi. Salah satu sebabnya adalah terbatasnya jumlah tugas tambahan. Strategi sekolah dalam  memenuhi beban kerja adalah mengutamakan guru yang sudah bersertifikat pendidik memenuhi beban  kerjanya dengan cara diberi tugas tambahan dan/atau ditugaskan mengajar di sekolah lain.  Direkomendasikan dalam upaya pemenuhan beban kerja, hendaknya guru dicarikan alternatif kegiatan,  baik melalui penambahan jam mengajar di sekolah asal dengan melibatkannya dalam kegiatan ekstra dan  kokurikuler, atau sekolah lain. Selain itu program lima hari sekolah dengan menambah jam kerja di  sekolah dan tugas tambahan dapat menjadi alternatif pemenuhan beban kerja minimal.

Keywords

sertifikasi tunjangan profesi lima hari sekolah

Article Details

References

  1. Anggit F. 2017. Inilah 5 Tujuan Kemendikbud Tetapkan Aturan Sekolah 5 Hari dalam http://hai.grid.id/Feature/Skulizm/ Inilah-5-Tujuan-Kemendikbud-Tetapkan-Aturan-Sekolah-5-Hari, diakses pada 18 September 2019.
  2. Anggraini R. 2018. Pengaruh Kegiatan Kokurikuler Dalam Mendukung Kegiatan Intrakurikuler Di SMA Negeri 1 Seputih Mataram Tahun Pelajaran 2017/2018. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung Bandar Lampung.
  3. Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. 2016. Data Sekunder Guru PNS yang Mengajar di Dua Sekolah. Soft File.
  4. Fadhlyda, Erlamsyah & Daharnis. 2014. Pembinaan Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kota Sawahlunto. Jurnal Konselor Universitas Negeri Padang Volume 3, 3, 100-105.
  5. Hasnariah H. 2016. Pengaruh Tunjangan Sertifikasi Guru terhadap Kinerja dalam Perspektif Islam melalui Motivasi Kerja (Studi Pada Pondok Pesantren di Kota Makassar). Undergraduate (S1) thesis. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
  6. Indahri Y. 2017. Kebijakan Lima Hari Sekolah. Kajian Singkat terhadap Isu Aktual dan Strategis. Majalah Info Singkat Kesejahteraan Sosial Volume IX, 13/I/Puslit/Juli/2017, 9-12.
  7. Kamdi, W. 2014. Kinerja Guru SMK: Analisis Beban Kerja Dan Karakteristik Pembelajaran. Jurnal Teknologi Dan Kejuruan Universitas Negeri Malang, Volume 37, 1, 1-12.
  8. Keputusan Presiden Republik Indonesia 68 Tahun 1995 tentang Hari Kerja Di Lingkungan Lembaga Pemerintah.
  9. Lestari P. dan Sukanti. 2016. Membangun Karakter Siswa Melalui Kegiatan Intrakurikuler Ekstrakurikuler, Dan Hidden curriculum (di SD Budi Mulia Dua Pandeansari Yogyakarta). Jurnal Penelitian, STAINU Purworejo, Volume 10, 1, 71-95.
  10. Muamar, Darmoko P.D., Srifariyati dan Muntoha. 2017. Dampak Tunjangan sertifikasi terhadap Kinerja Guru. Jurnal Madaniyah,
  11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar Di Kabupaten/Kota.
  12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional 35 Tahun 2010 Tanggal 1 Desember 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Gurudan Angka Kreditnya.
  13. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia 4 Tahun 2015 tentang Ekuivalensi Kegiatan Pembelajaran/Pembimbingan Bagi Guru Yang Bertugas Pada SMP/SMA/SMK Yang Melaksanakan Kurikulum 2013 Pada Semester Pertama Menjadi Kurikulum Tahun 2006 Pada Semester Kedua Tahun Pelajaran 2014/2015.
  14. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia 17 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi Dan Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah.
  15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.
  16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 74 Tahun 2008 Tentang Guru.
  17. Peraturan Presiden Republik Indonesia 87 Tahun 2017 Tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
  18. Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Statistik Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2015/2016.
  19. Pusat Penelitian Kebijakan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Evaluasi Dampak Bantuan Program Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading (BERMUTU) kepada KKG/MGMP dan Sertifikasi Guru terhadap Kinerja Guru. Laporan Penelitian.
  20. Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Kajian Beban Kerja Guru (Formula Pemenuhan Beban Mengajar Berbasis Kompetensi Dan Kinerja Guru Dalam Menentukan Tunjangan Profesi Guru). Laporan Penelitian.
  21. Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2012. Pedoman Pelaksanaan penilaian Kinerja Guru. Jakarta.
  22. Sinaga, D. 2016. Analisis Beban Kerja Guru Dalam Pembangunan Pendidikan Studi Kasus Di SMP Negeri Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun. Jurnal Saung Guru Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Volume 8, 2, 138-163.
  23. Sudarsono. 2015. Analisis Kebijakan Pemenuhan Beban Kerja Guru SMA Negeri di Tarakan. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Volume 3, 1, 111-116
  24. Yuliandri J. dan Tahrun. 2017. Tunjangan Profesi Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Untuk Mewujudkan Guru Profesional. Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan (JMKSP) Universitas PGRI Palembang Volume 2, 1, 115-126.
  25. Yunita N.W. 2017. Kemdikbud: Manfaat Sekolah 5 Hari Tingkatkan Komunikasi Ortu & Anak dalam https://news.detik.com/berita/d-3593746/kemdikbud-manfaat-sekolah-5-hari-tingkatkan-komunikasi-ortu--anak, diakses pada 4 Januari 2020.
  26. Undang-Undang Republik Indonesia 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.