Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis inquiry dengan bantuan media Games Book terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA ditinjau dari minat belajar siswa sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 dikelas IV Sekolah Dasar Negeri Kampung Bali 07 Pagi Jakarta Pusat. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling, yang menghasilkan 30 siswa kelas IVA sebagai kelompok eksperimen dan 30 siswa kelas IVB sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimen yang menggunakan treatment by level 2 x 2. Teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA yang berbeda pada siswa menggunakan inquiry dengan bantuan media Games Book dengan siswa yang menggunakan ekpositori. 2) Terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan minat belajar terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA. 3) pemahaman konsep IPA siswa yang memiliki minat belajar tinggi dan menggunakan metode inquiry dengan bantuan media Games Book lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar menggunakan ekpositori. 4) pemahaman konsep IPA siswa yang memiliki minat belajar rendah dan menggunakan metode inquiry dengan bantuan media Games Book lebih rendah dibandingkan siswa yang belajar menggunakan ekpositori.

Keywords

inquiry games book pemahaman konsep IPA inquiry games book pemahaman konsep IPA

Article Details

References

  1. Carol C Kuhthau. (2007). Guided inquiry: Learning in the 21st Century School. London: Libraries Unlimited.
  2. Gst. Pt. Indra Yuda Dp. (2013). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Otak (Brain Based Learning) terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Negeri di Desa Sinabun. Mimbar PGSD UNDIKSHA. Vol. 1. No. 1.
  3. Gunduz, Nuket. (2017). Developing and Testing A Scale to Assess Teachers Atitude Toward Peer Mediation of Student Disputes. Scientific Journal Publisher Limited. 17-45.
  4. Hamdani, Dedy. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Generative Dengan Menggunakan Alat Peraga Terhadap Pemahaman Konsep Cahaya Kelas VII SMP Negeri 7 Kota Bengkulu. Jurnal Exacta. 82.
  5. Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia.
  6. Hamdayana. (2014). Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan Berkarakter. Bogor: Ghalia Indonesia.
  7. Hedger, Helen and Maria Cooper. (2016). Inquiring Minds: Theorizing Children’s Interest. Vol. 48, No.3.H. 303-322.
  8. Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam pembelajaran abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
  9. Jensen, Eric. (2008). Brain Based Learning. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.
  10. K. Hoy, Wayne. (2010). Quantitative Research In Education A Primer. California: SAGE.
  11. Kivunja, Charles. (2015). Exploring the Pedagogical Meaning and Imlications of the 4Cs “Super Skills” for the 21st Century through Bruner’s 5E Lenses of Knowledge Contruction to Improve Pedagogies of the New Learning Paradigm’. Creative Education. Vol. 6 (1), 227.
  12. Marasabessy, Apriyadi. (2012). Analisis Pengelolaan Pembelajaran yang Dilakukan oleh Guru yang Sudah Tersertifikasi dan yang Belum Tersertifikasi pada Pembelajaran IPA di Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan. Hlm: 8.
  13. Markaban. (2006). Model Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Penemuan Terbimbing. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Matematika.
  14. Masitoh, Siti. (Desember 2016). Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Strategi Inquiry Discovery Learning di Kelas IV SDN Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Jurnal Pendidikan Dasar UNJ. Vol.7 Edisi 2.
  15. Mulyasa, E. (2012). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  16. Pedaste, Margus. (2015). Phases of Inquiry- Based Learning: Definitions and the Inquiry Cycle. Procedia - Educational Research Review. Vol. 14, 47–61.
  17. Purwanto. (2014). Evaluasi Hasil Belajar. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.
  18. Rahmat. (2017). Games Book sebagai Media Peningkatan Minat Baca pada Pembelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas Tinggi. Jurnal IJPE UPI. Vol 1 No 1, 27-33.
  19. Renninger, K Ann. (2015). Interest In Mathematics and Science Learning. Washington: American Education Research Association.
  20. Rihadi. (2018). Media dan Inovasi Belajar. Bekasi: CV Asiaka Tarmana.
  21. Sanjaya, Wina. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
  22. Sari, Norma Lita. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Brain Based Learning terhadap Penguasaan Konsep IPA. Jurnal Pendidikan Mandala (JUPE). Vol. 1 No. 1.
  23. Sirait, Ratni. (Juni 2012). Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Training terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Usaha dan Energi Panas. Jurnal Pendidikan Fisika UNIMED. Vol.1 No.1,.
  24. Sumantri, Syarif. (2014). Pengaruh Umpan Balik dan Minat Profesi Guru terhadap Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Jurnal Pemikiran dan Pengembangan SD. 190-200.
  25. Sumantri, Syarif. (2016). Assesmen dan Intervensi Pedagogik dalam Membangun Generasi Emas Ditinjau dari Persfektif Pengembangan Kreativitas Siswa Kelas Awal Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar. 75.
  26. Suyono. (2018). Games Book Sebagai Media Alternatif Pembelajaran Kontemporer di SD. Bandung: ALFABETA.
  27. Tufekci, Serap. (2009). The Effect of Brain Based Learning on Achievement, Retention, Attitude, and Learning Process. Procedia Social And Behavioral Sciences 1. 1782– 1791
  28. Walpole, Ronald E. (2002). Probability and Statistics for Engineers and Scientists. New Jersey: Prentice Hall.
  29. Widiana, I Wayan. (2016). Pengembangan Asesment Proyek dalam Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia. 824.
  30. Wisudawati, Asih Widi. (2014). Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: Bumi Aksara