Main Article Content

Abstract

The purpose of this research is to describe the implementation of semester credit sistem at SMA Negeri 1 Lawang. This means the research aims to find out how the semester credit sistem is applied at SMA Negeri 1 Lawang, the obstacles, and the efforts made to overcome them. This is policy research that uses a qualitative approach. Data collection methods used in this study were interviews, observations, document and archive studies. The informants in this study were the principal, vice principal in curriculum, teachers, school committees, and students. The data were analyzed using descriptive analysis following the stages of data reduction, data presentation, making conclusions and verification. The results of this study indicate that the application of the semester credit sistem at SMA Negeri 1 Lawang is a new semester credit sistem and its application is in accordance with the Regulation of Ministry of Education and Culture (Permendikbud) Number 158 of 2014. The obstacles faced in implementing the semester credit sistem were the lack of teacher commitment and support from parents whose children belong to the fast-learning group. Efforts made to overcome the problems were to choose teachers who had strong commitment and to conduct dissemination to parents and employing a statement letter.

Keywords

Implementasi, Kebijakan, Sistem Kredit Semester Implementation, Policy, Semester Credit System

Article Details

References

  1. Abdul Wahab, S. (2012). Analisis Kebijakan Dari Formulasi ke penyusunan Model-Model Implementasi Kebijakan Publik. Jakarta: Bumi Aksara.
  2. Agustino, L. (2016). Dasar-dasar Kebijakan Publik (Edisi Revisi). Bandung: Alfabeta.
  3. Arifin, I. (1996). Penelitian Kualitatif. Malang: Kalimasada Press.
  4. BNSP. (2010). Panduan penyelenggaraan Sistem Kredit Semester. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
  5. Bungin, B. (2008). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  6. Dantes, N. (2008). Sistem Kredit Semester (SKS) dan Pembimbing Akademik (PA) dalam Kaitan dengan Implementasi Rintisan Sekolah Katagori Mandiri (SKM) dalam In House Training (IHT) Rintisan SKM-SMA Dwijendra Denpasar.
  7. Direktorat Pembinaan SMA. (2008). Rancangan Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
  8. Direktorat Pembinaan SMA. (2018). Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMA Tahun 2018. Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMA Tahun 2018.
  9. Dunn, W. N. (2003). Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.
  10. Hamalik, O. (2001). Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Bandung: Sinar Baru.
  11. Hamidi. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Malang: UMM Press.
  12. Hawadi, R. Ak. (2004). Akselerasi (A-Z Informasi Program Percepatan Belajar Anak Berbakat Intelektual. Jakarta: PT Gramedia Widiarsana Indo.
  13. Ikasari, E. N. (2013). Pengaruh Kesiapan Sekolah terhadap Pelaksanaan Program Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 9 Bandar Lampung Tahun. http://jurnal.fkip.unila.ac.id, (2).
  14. Kemdikbud. (2017). Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) di SMA (pp. 1–36). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dirjen Dikdasmen Kemdikbud.
  15. Miles, B. M. dan M. H. (1992). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.
  16. Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). In PT. Remaja Rosda Karya.
  17. Nafia, M. I. (2017). Penerapan Sistem Kredit Semester Di SMA Negeri 1 Kudus.
  18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 158 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) di pendidikan Dasar dan Menengah.
  19. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2016a). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  20. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2016b). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  21. Qomariyah, S., Haris, I. A., & Suwena, K. R. (2019). Persepsi Siswa Kelas X terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Sistem Kredit Semester (SKS) di SMA Negeri Bali Mandara Tahun Pelajaran 2017/2018. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha. https://doi.org/10.23887/jjpe.v11i1.20163
  22. Abdul Wahab, S. (2012). Analisis Kebijakan Dari Formulasi ke penyusunan Model-Model Implementasi Kebijakan Publik. Jakarta: Bumi Aksara.
  23. Agustino, L. (2016). Dasar-dasar Kebijakan Publik (Edisi Revisi). Bandung: Alfabeta.
  24. Arifin, I. (1996). Penelitian Kualitatif. Malang: Kalimasada Press.
  25. BNSP. (2010). Panduan penyelenggaraan Sistem Kredit Semester. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
  26. Bungin, B. (2008). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  27. Dantes, N. (2008). Sistem Kredit Semester (SKS) dan Pembimbing Akademik (PA) dalam Kaitan dengan Implementasi Rintisan Sekolah Katagori Mandiri (SKM) dalam In House Training (IHT) Rintisan SKM-SMA Dwijendra Denpasar.
  28. Direktorat Pembinaan SMA. (2008). Rancangan Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
  29. Direktorat Pembinaan SMA. (2018). Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMA Tahun 2018. Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMA Tahun 2018.
  30. Dunn, W. N. (2003). Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.
  31. Hamalik, O. (2001). Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Bandung: Sinar Baru.
  32. Hamidi. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Malang: UMM Press.
  33. Hawadi, R. Ak. (2004). Akselerasi (A-Z Informasi Program Percepatan Belajar Anak Berbakat Intelektual. Jakarta: PT Gramedia Widiarsana Indo.
  34. Ikasari, E. N. (2013). Pengaruh Kesiapan Sekolah terhadap Pelaksanaan Program Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 9 Bandar Lampung Tahun. http://jurnal.fkip.unila.ac.id, (2).
  35. Kemdikbud. (2017). Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) di SMA (pp. 1–36). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dirjen Dikdasmen Kemdikbud.
  36. Miles, B. M. dan M. H. (1992). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.
  37. Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). In PT. Remaja Rosda Karya.
  38. Nafia, M. I. (2017). Penerapan Sistem Kredit Semester Di SMA Negeri 1 Kudus.
  39. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 158 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) di pendidikan Dasar dan Menengah.
  40. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2016a). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  41. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2016b). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  42. Qomariyah, S., Haris, I. A., & Suwena, K. R. (2019). Persepsi Siswa Kelas X terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Sistem Kredit Semester (SKS) di SMA Negeri Bali Mandara Tahun Pelajaran 2017/2018. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha. https://doi.org/10.23887/jjpe.v11i1.20163
  43. Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. In Sekretariat Negara. https://doi.org/10.16309/j.cnki.issn.1007-1776.2003.03.004
  44. Republik Indonesia. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
  45. Rosyada, D. (2020). Menjadi Guru Abad 21. Diambil dari http://www.uinjkt.ac.id/id/menjadi-guru-di-abad-21/
  46. Rumidi, S. (2002). Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.
  47. Sugiyono. (2016). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta. https://doi.org/https://doi.org/10.3929/ethz-b-000238666
  48. Abdul Wahab, S. (2012). Analisis Kebijakan Dari Formulasi ke penyusunan Model-Model Implementasi Kebijakan Publik. Jakarta: Bumi Aksara.
  49. Agustino, L. (2016). Dasar-dasar Kebijakan Publik (Edisi Revisi). Bandung: Alfabeta.
  50. Arifin, I. (1996). Penelitian Kualitatif. Malang: Kalimasada Press.
  51. BNSP. (2010). Panduan penyelenggaraan Sistem Kredit Semester. Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.
  52. Bungin, B. (2008). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  53. Dantes, N. (2008). Sistem Kredit Semester (SKS) dan Pembimbing Akademik (PA) dalam Kaitan dengan Implementasi Rintisan Sekolah Katagori Mandiri (SKM) dalam In House Training (IHT) Rintisan SKM-SMA Dwijendra Denpasar.
  54. Direktorat Pembinaan SMA. (2008). Rancangan Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
  55. Direktorat Pembinaan SMA. (2018). Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMA Tahun 2018. Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMA Tahun 2018.
  56. Dunn, W. N. (2003). Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.
  57. Hamalik, O. (2001). Pendekatan Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA. Bandung: Sinar Baru.
  58. Hamidi. (2005). Metode Penelitian Kualitatif. Malang: UMM Press.
  59. Hawadi, R. Ak. (2004). Akselerasi (A-Z Informasi Program Percepatan Belajar Anak Berbakat Intelektual. Jakarta: PT Gramedia Widiarsana Indo.
  60. Ikasari, E. N. (2013). Pengaruh Kesiapan Sekolah terhadap Pelaksanaan Program Sistem Kredit Semester di SMA Negeri 9 Bandar Lampung Tahun. http://jurnal.fkip.unila.ac.id, (2).
  61. Kemdikbud. (2017). Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) di SMA (pp. 1–36). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dirjen Dikdasmen Kemdikbud.
  62. Miles, B. M. dan M. H. (1992). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-metode Baru. Jakarta: UIP.
  63. Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). In PT. Remaja Rosda Karya.
  64. Nafia, M. I. (2017). Penerapan Sistem Kredit Semester Di SMA Negeri 1 Kudus.
  65. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 158 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) di pendidikan Dasar dan Menengah.
  66. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2016a). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  67. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. (2016b). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 Tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  68. Qomariyah, S., Haris, I. A., & Suwena, K. R. (2019). Persepsi Siswa Kelas X terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Sistem Kredit Semester (SKS) di SMA Negeri Bali Mandara Tahun Pelajaran 2017/2018. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha. https://doi.org/10.23887/jjpe.v11i1.20163
  69. Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. In Sekretariat Negara. https://doi.org/10.16309/j.cnki.issn.1007-1776.2003.03.004
  70. Republik Indonesia. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
  71. Rosyada, D. (2020). Menjadi Guru Abad 21. Diambil dari http://www.uinjkt.ac.id/id/menjadi-guru-di-abad-21/
  72. Rumidi, S. (2002). Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula. Yogyakarta: Gadjah Mada Universitas Press.
  73. Sugiyono. (2016). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta. https://doi.org/https://doi.org/10.3929/ethz-b-000238666